* Bahasa Indonesia sudah dimulai sejak abad ke 7 Masehi
Penyebutan pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 sampai ke-12. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu masih menggunakan bahasa daerah yang jumlahnya mencapai 360 bahasa. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.“
* Bahasa Indonesia dipelajari oleh 45 Negara di dunia.
Isi berita Ini menegaskan jika bahasa Indonesia kini mulai dipelajari oleh 45 negara di dunia. Menurut Andri Hadi, negara yang mempelajari bahasa tersebut di antaranya adalah: Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya. Ia menjelaskan jika bahasa Indonesia menjadi bahasa popular keempat di Australia. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia di sana. Bahkan anak-anak murid kelas 6 sekolah dasar di sana sudah mahir berbahasa Indonesia.
* Bahasa Indonesia adalah bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh.
Ho Chi Minh adalah ibukota negara Vietnam. Menurut seorang diplomat Indonesia. Pada bulan Desember 2007 Pemerintah Daerah Kota Ho Chi Minh, Vietnam, secara resmi mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh. Selain itu Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta mengatakan, “Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,” Salah satu penyebab bahasa Indonesia begitu diminati oleh bangsa Vietnam antara lain karena kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam di masa depan.
* Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia.
Dikutip dari web tersebut: “Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin,”
* Bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada wordpress.
Penulis blog tersebut adalah salah satu pengguna multiply yang pernah mengikuti acara Wordcamp Indonesia. acara ini sebelumnya pernah diselenggarakan di Filipina dan Thailand. Dikutip dari blog tersebut, “fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting-posting WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.”
Itu tadi beberapa fakta akan keberadaan bahasa Indonesia di Internet dan Dunia. Pimpii harap dengan bukti ini bangsa Indonesia menjadi lebih cinta dengan bahasa Indonesia. Sebagai warga Negara Indonesia yang baik hendaknya kita junjung bahasa tersebut, kita lestarikan bahasa Indonesia meski ancaman kebudayaan asing semakin besar. Mari bersama penuhi sumpah pemuda. Semoga bahasa Indonesia semakin jaya. Amin.
http://tertawamu.blogspot.com/

1.KelaparanAlasan ini emang udah gak asing lagi udah basi. Orang yang makan tentu karena dia lapar, bukan karena rakus. Tapi biasanya, warung lesehan menjadi tempat utama mereka tuju, sebab dibandingkan dengan rumah makan, yang harus antri atau melalui proses panjang. Warung lesehan menyediakan makanan yang sederhana, dengan cita rasa yang berbeda-beda. Bahkan yang beli bisa milih sendiri. nah, ini satu tempat buat yang kelaparan, bisa milih sendiri sesuai dengan kebutuhan perutnya.2.Keuangan menipisBuat yang lagi menipis keuangannya, terutama buat makan. Biasanya warung lesehan menjadi sasaran utama. Karena disana menyediakan makanan murah juga enak tentunya. Rata-rata harga makanan dari tiga ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah. Beraneka ragam harganya, tergantung selera masing-masing.3. Santai dan nyamanIni dia mengapa dibilang warung lesehan. Sebab dengan modal makan melantai itu lebih leluasa, nyaman, dan santai. Tidak harus tegak dengan kursi, terserah deh pengen ngapain aja, kadang-kadang bisa di pake buat tidur juga. Bahkan di temukan beberapa pengunjung yang duduk selama berjam-jam sambil menikmati suasana jalan dan asyik ngobrol.4.Bisa buat cium jempol kakiAlasan ini emang masuk akal juga sih. Kita selalu duduk bersila dengan santainya, bahkan buat cium jempol kaki juga bisa. Beda kalo makan di rumah makan. Kalo udah duduk di kursi mana bisa mau liat ke bawah? Yang dilihat makanannya aja tuh.5.Suasana yang remang-remang, katanya biar lebih romantisWarung lesehan adalah warung yang sederhana dan merakyat. Suasananya juga begitu merakyat. Apalagi buat pasangan kekasih nih, suasananya tambah romantis. Karena lebih banyak di buka pada malam hari, berada di dekat jalan juga, jadi cahaya lampu tidak begitu mendukung, biasanya lebih memanfaatkan lampu jalan atau dengan lilin kecil yang disediakan disana.6.Belajar hidup susahKarena harga makanan di warung lesehan lebih murah dibandingkan dengan rumah makan pada umumnya. Hal ini dapat menjadi pembelajaran penting, terutama dalam merintis kehidupan. Soal makan juga soal hidup. Dengan harga yang bersahaja menjadikan kita tidak terlalu boros buat keluarin duit, apalagi cuma buat makan. Bayangkan, masih banyak orang di luar sana yang belum tentu bisa makan tiga kali sehari, bahkan buat makan di warung lesehan yang terkenal sebagai warung murah saja, belum tentu bisa.