Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Sunday, 22 April 2012

[imagetag] Selama satu jam laporan mengenai kisah Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja mengumpulkan sampah setiap harinya dengan gerobaknya sem

Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di dunia ditayangkan stasiun televisi Inggris BBC2, Minggu (29/1) malam. Laporan wartawan BBC London berjudul 'Toughest Place to be a binman' membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta menarik perhatian masyarakat Indonesia tidak saja di Inggris tetapi juga di Brussel,dan Amerika Serikat yang bisa menyaksikan tayangan tersebut melalui BBC Iplayer.
[imagetag]
Selama satu jam laporan mengenai kisah Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja mengumpulkan sampah setiap harinya dengan gerobaknya sementara diawal tayangan, tukang sampah dari Inggris Wilbur Ramirez mengunakan truk dan bekerja dengan dua rekannya.
Dalam laporan mendalamnya itu, BBC London membandingkan bagaimana kerja tukang sampah yang dikenal dengan binman di Inggris dengan tukang sampah di Jakarta yang sangat jauh berbeda dilihat dari berbagai segi bahkan kesehatan dan keselamatan.
Bahkan Wilbur Ramirez, ayah dua anak itu pun hidup bersama Imam dan keluarganya di perkampungan miskin ditengah tengah kehidupan kota Jakarta yang kaya dan sangat timpang antara yang kaya dan miskin. Wilbur Ramirez, selama 10 hari, mengikuti Imam bekerja mengumpulkan sampah di kota yang disebutkan sebagai kota yang padat penduduk dan sampah menjadi masalah besar.
"Kamu bekerja dengan siapa saja," tanya London binman Wilbur Ramirez kepada Imam yang dijawab ia bekerja sendiri mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah.
Menangis
Melihat kehidupan Imam, ternyata Wilbur seringkali merasa terharu dan bahkan meneteskan air mata. Mana mungkin dengan gaji yang tidak seberapa Imam dapat hidup bersama anak dan istrinya meskipun mereka sama-sama bekerja sebagai tukang sampah selama lima tahun. Dalam laporannya disebutkan Wilbur pun ikut mengumpulkan sampah dan bahkan menjajal melakukannya seorang diri dari rumah ke rumah.
"Sampah........," demikian teriak Imam, ayah dua anak ini sehari-hari menjalankan aktfitasnya sebagai pengumpul sampah. Wilbur pun tidak dapat membendung air matanya ketika berkisah bagaimana kehidupan Imam dengan keluarganya yang tidak tersentuh oleh pelayanan kesehatan.
Dari dunia kesehatan dan keselamatan sadar pengelolaan limbah Inggris, Wilbur pun merasa takjub bagaimana sampah yang menumpuk di Bantargerbang dan dikerumuni oleh para pemulung tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka.
Diakhir laporan Wilbur yang tidak dapat membayangkan perjalanan kehidupan Imam dengan gaji yang tidak seberapa itu menemukan kehidupan Imam yang mendominasi, dan ketidakberdayaannya untuk mengubah keadaannya. Pada akhirnya setelah Wilbur berbicara dengan ketua RT yang minta agar Imam mendapat kenaikan gaji pun dapat dikabulkan.
Menjadi Perbincangan di Internet
Zulindatando Berry Natalegawa menulis di laman Facebook-nya "sediiiiiih banget liat acara di BBC 2 di London hari ini acara seorang binman London ke Jakarta berbagi pengalaman".
"Sangat memalukan sekali kota Jakarta ternyata sangat kotor dan masih terbelakang sekali cara kerjanya," ujar istri Berry Natalegawa, kakak Menlu Marty Natalegawa. Menurut Linda, demikian Zulindatando Berry Natalegawa, biasa disapa seharusnya para pejabat malu menyaksikan acara yang menjadi perhatian masyarakat di Inggris.
"Apa enggak malu? malah wakil rakyat seenak enaknya ambil uang rakyat apa lagi pemimpin negara yang tidak peduli sangat memalukan, semoga Allah bukakan mata dan telinga para pemimpin negara ini," ujar Linda yang bekerja di Kedutaan Besar Brunei Darussalam di London dan merekam program tersebut dan akan membawa ke Jakarta.
"Nangis aku nontonnya.....bukan nangisin tukang sampah Inggris, tetapi rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah," ujar Yanti Hitalessy. Laporan dari BBC itu pun menjadi bahan diskusi di laman facebook yang antara lain disebut oleh Lies Parish meskipun sama berprofesi sebagai tukang sampah atau binmen namun pekerjaan dan kehidupan mereka sungguh jauh berbeda.
Bahkan London binmen pun sampai menangis menyaksikan bagaimana tukang sampah di Jakarta, ujar Lies Parish yang lebih dari 14 tahun menetap di Inggris. Hamiyah Panama, ibu Amelie yang pernah menetap di Inggris dan kini tinggal di Brussel yang juga menyaksikan tayangan tersebut mengakui bahwa acara benar-benar kontras kehidupan di sana, miris.
Begitupun yang ditulis Tjatri Dwimunali yang tinggal di Bristol menulis tukang sampah di Inggris yang ikut bekerja sebagai tukang sampah di Jakarta pun merasa prihatin akan nasib tukang sampah di Jakarta, dan bahkan sering menangis melihat keadaan tukang sampah di Jakarta.



http://tertawamu.blogspot.com/

Thursday, 12 April 2012

'Wabah' Geng Motor Menjangkiti Jakarta





Geng motor bukan monopoli kota-kota di luar Jakarta seperti Bandung, Denpasar atau Surabaya. "Wabah" geng motor juga masuk di Jakarta. Dua aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pengendara sepeda motor terjadi di Jakarta, Jumat dan Sabtu dinihari lalu adalah buktinya. Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka karena dua kejadian itu.

Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menduga kekerasan yang terjadi pada Sabtu dinihari itu dilatarbelakangi aksi balap liar. "Korban tewas adalah pelajar bernama Soleh, 17 tahun, warga Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara," kata Rikwanto kemarin.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tanjung Priok, Komisaris Sunardi, menambahkan bahwa penyerangan terhadap Soleh terjadi menjelang pukul 3 subuh. Menurut Sunardi, saat itu Soleh dan tiga rekannya yang mengendarai dua sepeda motor hendak mengisi bensin di stasiun pengisian bahan bakar Shell di Jalan Danau Sunter.

Saat itulah sekelompok pengendara motor lain menyerang keempatnya secara beringas. Soleh mengalami luka tusuk di pinggang kiri. Adapun dua rekannya, Zaenal, 19 tahun, dan Reza, 17 tahun, terluka parah di kepala dan tengkuk. Satu lagi, Ardian, menderita luka ringan.

C:\Program Files\ABS\Auto Blog Samurai\data\Tertawamu Berita Terkini\menjelma\e52bc_aneh_geng-motor-tarix-jabrik.jpg

“Jenazah Soleh sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sementara yang terluka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Koja," kata Sunardi kemarin. Polisi langsung memburu para pelaku penyerangan di SPBU itu. Meski pelaku mengendarai sepeda motor, Sunardi belum mau menyimpulkan hal itu sebagai bentuk pertikaian antarkelompok geng motor. "Kami masih menyebutnya antarkelompok pemuda," kata dia.

Berbeda dengan di Sunter, kekerasan yang terjadi di Jalan Marga Guna, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sudah jelas buntut dari konflik antargeng sepeda motor. Motif balas dendam terungkap setelah polisi membekuk Azwar Anas, seorang di antara tersangka pengeroyok Rahmad Gunawan, 23 tahun, hingga tewas pada Jumat dinihari lalu.

Pelajar sekolah kejuruan yang ditangkap di rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat sore, itu mengaku dendam akibat perkelahian yang terjadi sebelumnya antara kelompoknya dan kelompok Rahmad. Dia dan sekitar 30 temannya, dengan mengendarai motor, lalu mendatangi Rahmad dan kelompoknya yang dinihari itu, sekitar pukul 1.30, sedang nongkrong.

Kelompok Azwar menyerang dengan senjata tajam. Rahmad sebenarnya sempat lari, tapi terjatuh. Saat itulah Azwar menggunakan senjata tajamnya. "Ditemukan luka tusuk di leher, lengan, dada, dan punggung korban," kata Rikwanto.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membenarkan bahwa Azwar telah diperiksa. "Ya, dia pelakunya," kata Imam. Tapi Imam mengaku belum tahu persis jumlah pengeroyok. "Soal itu sedang kami kembangkan," kata dia. Azwar dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

C:\Program Files\ABS\Auto Blog Samurai\data\Tertawamu Berita Terkini\menjelma\geng_motor_ilustrasi_100620194101.jpg



http://tertawamu.blogspot.com/

Tuesday, 3 April 2012

9 Resolusi untuk Jakarta di 2012

Jakarta adalah kota yang semakin termakan usia. Namun tahun baru selalu membawa semangat baru untuk menyelamatkan Ibu Kota kita tercinta.Lingkungan Jakarta semakin sesak oleh polusi udara. Kemacetan, banjir dan masalah lingkungan hidup semakin parah. Kepadatan penduduk, wilayah kumuh, kesenjangan sosial dan ekonomi, kriminalitas, terus mengancam penduduk Jakarta.Terinspirasi oleh dua belas resolusi yang diluncurkan di situs UN Habitat, lembaga PBB yang membidangi pemukiman penduduk, berikut 9 harapan, resolusi, menuju kota Jakarta yang lebih baik pada 2012.Resolusi #1. Kurangi Pemukiman KumuhUrbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak dilandasi oleh prinsip kemanusiaan dan keadilan akan berdampak buruk. Ruang kota semakin padat oleh mereka yang berjuang mencari sesuap nasi. Kesenjangan sosial dan ekonomi semakin lebar. Pemukiman kumuh adalah cermin kesenjangan ini. Diperlukan pendekatan kesejahteraan juga perbaikan sistem tata ruang kota untuk memecahkan masalah sistemik di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia ini.Resolusi #2. Lebih Banyak Ruang Terbuka HijauRuang terbuka hijau selain berfungsi sebagai tempat berekreasi anak-anak dan keluarga, juga bisa mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental masyarakat. Selain dengan peraturan dan kebijakan, dibutuhkan komitmen politik yang kuat untuk mewujudkannya.Resolusi #3. Meningkatkan Akses terhadap Air BersihBukan rahasia lagi jika air tanah Jakarta telah tercemar oleh bakteri dan polutan yang membuatnya tidak layak minum. Menyediakan air bersih di Jakarta bisa dilakukan dengan memerbaiki akses masyarakat ke air pipa (air PAM), dengan meningkatkan kinerja dan kualitas pengelolaan air minum daerah.Resolusi #4. Lebih Banyak Berjalan KakiBerjalan kaki di Jakarta adalah sebuah perjuangan yang luar biasa. Buruknya fasilitas bagi pejalan kaki dan tingginya polusi menjadi masalah utama. Tingkat polusi udara Jakarta jauh di atas rata-rata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun bersama dengan penggiat lingkungan yang lain, seperti rekan-rekan pekerja bersepeda dan penggiat berkebun, jangan pernah berhenti dan berjuang untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik.Resolusi #5. Menggunakan Transportasi PublikSama seperti pejalan kaki, pengguna transportasi publik juga menghadapi ancaman polusi udara dan kriminalitas. Memperbaiki kualitas layanan transportasi publik hingga kini masih menjadi PR besar yang belum terselesaikan. Padahal transportasi publik yang baik adalah kunci mengurai kemacetan dan polusi kronis di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Saran kami, tetap berhati-hati ketika menggunakan transportasi publik. Pilah dan pilih transportasi publik dengan lebih bijaksana.Resolusi #6. Kesejahteraan Bagi Kaum MudaAdalah kewajiban kita bersama untuk memberikan kesempatan dan fasilitas bagi kaum muda untuk berkarya dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi terciptanya lapangan kerja. Mereka adalah pemilik masa depan Jakarta dan juga masa depan bangsa.Resolusi #7. Mengurangi Emisi dan Polusi UdaraBerjanjilah pada diri Anda sendiri untuk lebih serius mengurangi emisi dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Langkah pengurangan emisi juga bisa dicapai dengan efisiensi energi dan langkah-langkah reboisasi.Resolusi #8. Selalu WaspadaBersiap dan selalu waspada terhadap bencana. Jakarta pada 2012 memasuki siklus banjir besar lima tahunan. Tugas kita bersama untuk lebih siap menghadapi bencana. Karena Jakarta bebas banjir dan bencana sampai saat ini masih menjadi utopia.Resolusi #9. Mengurangi Segala Jenis SampahMengurangi segala jenis sampah bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Jangan buang sampah sembarangan. Lakukan daur ulang. Berhenti menggunakan kantong plastik dan bahan plastik. Beralih ke tas dan produk yang lebih ramah lingkungan. Hindari membeli minuman dalam botol, bawa sendiri botol Anda dari rumah.Semoga semua harapan ini bisa terwujud untuk masa depan Jakarta dan Indonesia yang lebih hijau dan lebih baik.


http://tertawamu.blogspot.com/